Start Actions Organic Heart


Start Actions Organic Heart

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Jadikan Rumah Tangga Kita sebagai “Bait
i Jannati”
DALAM kehidupan setiap manusia ada detik-detik yang sangat berkesan di hati, tidak mudah dihapus dari ingatan sepanjang hayat. Di antaranya adala
h aqad nikah. Oleh karena itu Nabi kita Muhammad Shalallaahu 'Alaihi Wasallam (صلى الله عليه و سلم), selalu membaca khutbah hajah pada suasana seperti ini. Bahkan suasana aqad nikah ini diperkenankan untuk diisi dengan suasana yang semarak, seperti memukul rebana atau diperdengarkan nasyid-nasyid (nyanyian) yang menggema. “Mahasuci Allah yang telah menciptakan pasangan-pasangan.”

Memang mengucapkan ijab qabul sangat ringan di lidah, namun pada hakikatnya sangat berat dalam timbangan. Ucapan ijab qabul adalah ikrar, janji setia antara suami dan istri untuk membangun rumah tangga (usrah). Begitu pentingnya istilah ini sehingga Allah menggunakan istilah `miitsaqan gholiidhan' artinya perjanjian yang kuat, kokoh dan teguh.
Dalam al-Qur'an ada tiga katagori yang menerangkan istilah tersebut. Pertama, perjanjian antara Allah dengan Rasul. Kedua, perjanjian Allah dengan satu ummat. Dan ketiga, perjanjian antara seorang suami dengan istri. Adanya istilah dalam ketiga perjanjian tersebut menunjukkan bahwa aqad nikah adalah ikrar yang sakral dan suci.
“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang shaleh, ialah yang ta'at kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka).” [QS. An Nisa’:34].
http://www.hidayatullah.com/read/20796/24/01/2012/jadikan-rumah-tangga-kita-sebagai-%E2%80%9Cbaiti-jannati%E2%80%9D-.html

http://dr-muhammad-zain.blogspot.com/2011/11/baiti-jannati.html
http://pernikahanleiladimas.multiply.com/journal/item/4?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem
http://dedi5611.blogdetik.com/

Rindu yang tak dapat dihindari.

Tat kala membuat, menyeduh sampai meminum.
Secangkir kopi tiap hari bertemu,
terulang membuat rindu tak pernah pupus.
Yang tak bisa terlupakan dari secangkir kopi,
Ketika seseorang selalu menyeduh kopi
dengan kebiasaan tujuhpuluh kali adukan.
Akhirnya sampai sekarang
Seandainya membuat kopi sambil menghitung
adukan sendok yang ada terbayang dia..
 
 
 
 
 

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Istri sholehah selalu dirindu dan dikenang suaminya tercinta...

Rindu pada kasih sayangnya...
Rindu pada teguran halusnya...
Rindu pada senyum tulusnya...
Rindu pada wajah ceria nan teduhnya...
Rindu pada tatapan lembutnya...

Dan rindu pada kata-katanya yang selalu mesra....
Sungguh... Hati akan resah bila tak bersua..
Hati akan selalu rindu bila sehari tak bertemu...
Karena cinta yang terpatri dalam sanubari...
Cinta akan keimanan dan kebaikan akhlaqnya..
Sungguh benar apa yang disampaikan oleh Rasulullah... Bahwa memilih wanita sholehah akan membahagiakan suami baik di dunia dan di akhirat....
Saudariku muslimah... Yuk kita belajar menjadi wanita sholehah... Tapi ingat niatkan semata-mata karena Allah saja, bukan karena ingin mendapatkan suami idaman yang kita damba....
Salam santun erat silaturrahim dan ukhuwah fillah
http://goresanhati-ku.blogspot.com/2012/08/wanita-sholehah.html
http://maripeduli.blogspot.com

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Ketika seseorang melukai dan menyakti hati kita, tentunya saat itu timbul rasa marah dalam diri kita. Justru mungkin sempat terpikir untuk membalas perlakuannya.

Astaghfitullah...."
Dimana ketika timbul amarah dalam diri kita,setan sedang menggoda kita agar kita meluapkan kemarahan kita dengan membalas perlakuanya. Dan tentu inilah yang menjadi ujian dapatkah kita melewatinya?.... menepis semua godaan setan?....  atau justru mengikuti godaannya dengan membalas dengan keburukan juga?Nah, disinilah keimanan kita diuji. Bagaimana kita akan menghadapinya.
Firman Allah s.w.t di dalam Al-Quranul Karim Yang bermaksud :

" Wahai orang-orang yang beriman minta tolonglah kamu dengan sabar dan sembahyang, sesungguhnya Allah bersama-sama dengan orang yang sabar " (153).

http://lenteradankehidupan.blogspot.com/2012/09/maafkanlah-kesalahannya.html

Kejelekan Dibalas Kebaikan

Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar.” (QS. Fushilat: 34-35)

Sahabatku yang dimuliakan Allah azza wa jalla inilah keunggulan orang-orang yang bersabar. Ketika dimarahi, dipukul, diolok-olok sekalipun mereka tetap bersabar dengan mengharap ridho Rabbnya. Ingatlah ketika rasullullah setiap pergi ke masjid untuk shalat dia diludahi, tetapi rasullullah rasullullah sebaliknya dia tetap tersenyum. Cerita ini membuatku terharu dan selalu aku ingat. Maka dari itu saudaraku marilah kita selalu bersabar dalam hal apapun posisi kita. Ini adalah pelajaran penting dalam membangun prinsip kita dengan sangat baik. Sedikit tulisan ini yang ana ambil dari berbagai sumber & semoga tulisan ini juga dapat sedikit mengingatkan kita. Wallahu ‘alam

http://mulz.student.umm.ac.id/2010/02/03/kejelekan-dibalas-kebaikan/

Kejahatan Dibalas Kebaikan

Sobat, siapa makan cabe  akan kepedasan, ngemut gula akan kemanisan,  mengulum garam akan keasinan, serta mengunyah asam akan kekecutan. Siapa main api kepanasan, main air kebasahan, main minyak wangi kewangian. Pun, dalam tindak tanduk berlaku pula logika serupa, persis seperti ternukil dalam ajaran Islam: In ahsantum  ahsantum lianfusikum wain asa’tum falaha, jika engkau berbuat bajik akan berakibat baik padamu, dan bila engkau berbuat buruk akan berakibat buruk pula padamu. Itulah hukum sebab akibat dalam kehidupan, atau dalam istilah Islami nya disebut Sunnatullah bin hukum karma.  Bukankah demikian sobat ?  Saya rasa  sampean sepakat denganku.

http://dhurorudin.wordpress.com/2012/06/29/kejahatan-dibalas-kebaikan/

Tdak Selamanya ‘Kebaikan Dibalas dengan Keburukan”

Secara kodrati, manusia merupakan makhluk monodualistis artinya selain sebagai makhluk individu, manusia juga berperan sebagai makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial, manusia dituntut untuk mampu ‘bekerjasama’ dengan orang lain sehingga tercipta sebuah kehidupan yang damai.

Dalam kehidupan sehari-hari kita berjumpa dengan banyak orang, baik dalam kehidupan di dunia nyata ataupun di dunia maya. Kita menemukan berbagai karakter manusia, berbagai pemikiran, berbagai gaya dan sikap. Semuanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Pertemuan dengan seseorang yang baru adalah kesempatan yang baik untuk mendapatkan berbagai pelajaran dan pengetahuan baru, karena pada dasarnya manusia itu berbeda dan memiliki keunikannya tersendiri.

http://edukasi.kompasiana.com/2012/09/20/tdak-selamanya-%E2%80%98kebaikan-dibalas-dengan-keburukan/

Membalas Kejahatan Dengan Kebaikan

“Sesungguhnya rahmat Allah Swt amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-A’raf: 56)

“Dan berbuat baiklah kepada ibu-bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil (orang yang bepergian) dan hamba sahayamu (pembantu).” (QS. An-Nisa [4]: 36).

http://muhammadassad.wordpress.com/2011/03/04/membalas-kejahatan-dengan-kebaikan/

Kebaikan Akan Menghapuskan Kejelekan

Kebaikan Akan Menghapuskan Kejelekan, “Sesungguhnya dunia itu manis dan hijau dan sesungguhnya Allah menjadikan kalian berketurunan di atasnya, lalu Dia akan melihat bagaimana kalian berbuat, maka berhati-hatilah kalian terhadap dunia dan hati-hatilah terhadap wanita, karena awal fitnah yang menimpa Bani Israil dari wanitanya.” (HR. Muslim

http://cipto.net/kebaikan-akan-menghapuskan-kejelekan/

Sobat, siapa makan cabe  akan kepedasan, ngemut gula akan kemanisan,  mengulum garam akan keasinan, serta mengunyah asam akan kekecutan. Siapa main api kepanasan, main air kebasahan, main minyak wangi kewangian. Pun, dalam tindak tanduk berlaku pula logika serupa, persis seperti ternukil dalam ajaran Islam: In ahsantum  ahsantum lianfusikum wain asa’tum falaha, jika engkau berbuat bajik akan berakibat baik padamu, dan bila engkau berbuat buruk akan berakibat buruk pula padamu. Itulah hukum sebab akibat dalam kehidupan, atau dalam istilah Islami nya disebut Sunnatullah bin hukum karma.  Bukankah demikian sobat ?  Saya rasa  sampean sepakat denganku.

Namun, meski tak mampu setidaknya kita bisa mencoba sikap pada level yang lebih rendah darinya (membalas kejahatan dengan kebaikan) dengan cara menyikapi kejahatan dengan pemaafan dan kesabaran. Tapi, jika tak mampu lagi, maka cukup menyikapi kejahatan dengan balasan yang setimpal (qishas) yang dilakukan secara tidak berlebihan, sebab Allah tidak menyukai orang yang melampaui batas. Sobat, bagaimana pendapat sampean ?***

http://lenteradankehidupan.blogspot.com/2012/09/berpikir-sebelum-bertindak.html

http://dedi5611.blogdetik.com

 

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Selamat pagi, semangat terus untuk berbagi, mari kita cari langkah-langkah kecil yang besar manfaatnya bagi orang banyak, selamat beraktifitas semoga selalu berada dalam Berkah dan Lindungan dar

i ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala..

Ibumu… Kemudian Ibumu… Kemudian Ibumu…
“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo’a: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri ni’mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai. berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (Qs. Al-Ahqaaf : 15)
http://muslimah.or.id/akhlak-dan-nasehat/ibumu-kemudian-ibumu-kemudian-ibumu.html
http://abiddeandalucia.blogspot.com/2011/12/ibumu-ibumu-ibumu-kemudian-bapakmu.html#.UFJ7x5jhcYI
http://maripeduli.blogspot.com/

You are visitor no.

Create your free website at Beep.com
 
The responsible person for the content of this web site is solely
the webmaster of this website, approachable via this form!